Mengenal Outstanding Shares dan Tipe Saham Lainnya

Saham Suspend: Pengertian, Faktor Hingga Sanksi

Investasi adalah suatu hal yang sedang digandrungi oleh masyarakat sekarang karena keuntungannya yang bisa diberikan di masa depan. Itulah mengapa banyak orang yang berbondong-bondong melakukan kegiatan investasi. Kalau kamu adalah salah satu di antara mereka dan kamu cukup aktif melakukannya, maka kamu mungkin tahu mengenai saham suspend. Namun jika kamu masih baru melakukan investasi, maka kamu mungkin masih belum terlalu percaya akan istilah ini.

Saham Suspend Yaitu Saham Yang Haru Dihindari Oleh Calon Investor Karena Berbagai Masalah Yang Dimilikinya. Masalah ini menyebabkan Bursa Efek Indonesia harus memberikan penangguhan kepada saham tersebut agar tidak menyebabkan penyebab. Untuk penjelasan lebih jelasnya, kamu bisa melihat di artikel Qoala di bawah ini.

Baca Yuga

Apa Itu Suspensi Saham dan atau Saham Suspend?

Suspensi saham atau saham suspend merupakan tindakan yang dilakukan oleh bursa untuk menghentikan sementara perdagangan saham. Penangguhan ini merupakan ikut campur yang dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia pada perdagangan saham agar perdagangan dapat dilakukan secara wajar, teratur dan efisien.

Bursa Efek Indonesia Pada Peraturan Nomor III-G tentang Penangguhan dan Pencabutan Persetujuan Keanggotaan Bursa menjelaskan kalau suspensi ini merupakan larangan sementara untuk melakukan perdagangan di bursa untuk anggota yang ada di Bursa Efek atau mereka yang memiliki tanggung jawab melanakuikan perdagang.

Baca Yuga

Penjaminan aplikasi Qoala

Penangguhan yang dilakukan kepada sebuah perusahaan atau emiten yang tercatat di bursa terjadi karena adanya permintaan dari anggota bursa yang bersangkutan, karena mendapatkan sanksi dari bursa, karena mendapatkan perintah dari otoritas keuangan.

Faktor Yang Mengakibatkan Saham Suspended

Ada cukup banyak hal yang dapat menyebabkan usaha mendapatkan suspensi dari Bursa Efek Indonesia. Pasti, hal-hal tersebut adalah hal-hal yang bisa merugikan Bursa Efek karena perdagangan tidak wajar yang dilakukan oleh saham-saham ini.

Di sini, kami akan memberikan faktor yang mengakibatkan penundaan agar kamu sebagai calon investor bisa menghindari saham-saham semacam ini sehingga kamu tidak mengalami kerugian yang besar. Kamu juga bisa mengecek saham-saham yang sudah mengalami suspensi atau sedang mengalami suspensi. Hal ini akan sangat membantu bagi kamu agar bisa menemukan saham yang bisa memberikan keuntungan yang sebanding dengan apa yang kamu investasikan.

1. Terjadinya Kegiatan Pasar Tidak Biasa (UMA)

Aktivitas pasar yang tidak biasa merupakan kegiatan perdagangan atau pergerakan harga suatu saham yang tidak biasa pada waktu tertentu. Bursa Efek Indonesia menilai kegiatan ini memiliki potensi untuk mengganggu kegiatan perdagangan yang wajar, teratur, dan efisien.

Salah satu hal yang bisa menyebabkan saham mengalami aktivitas pasar yang tidak biasa adalah volume aktivitas yang lebih dari rata-rata. Jumlah ini dilihat dari jumlah lembar saham yang tersedia dalam periode waktu tertentu.

Biasanya hal ini terjadi saat saham disimpan tapi belum ditutup oleh salah satu pihak. Hal lainnya yang menyebabkan aktivitas pasar yang tidak biasa dapat terjadi pada saham adalah harga saham yang meningkat secara tidak wajar.

Biasanya hal ini bisa terjadi saat saham baru masuk ke IPO. Hal ini bisa terjadi karena nilai aset dasarnya diperkirakan akan berubah secara signifikan di masa depan. Hal ini membuat banyak investor menggunakan momentum ini untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

BACA JUGA:   15 Aplikasi Jual Beli Saham Online Trading Terbaik Resmi 2022

2. Harga Saham Perusahaan Terus Bergerak Tidak Wajar

Saat harga saham suatu perusahaan mengalami pergerakan yang tidak wajar dan pembohong, Maka Bursa Efek Indonesia memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk melakukan suspensi terhadap saham perusahaan tersebut.

Hal ini tentunya membuat saham dari perusahaan tersebut tidak dapat diperjualbelikan di pasar saham. Namun, tidak semua perusahaan yang mengalami aktivitas pasar yang tidak biasa akan mendapatkan suspensi dari Bursa Efek Indonesia, karena status ini tidak dapat melekat pada perusahaan. Maksudnya, harga yang tidak wajar tersebut akan kembali normal.

3.Saham Gorengan

Saham gorengan merupakan saham yang memiliki fundamental bagus tapi ada oknum-oknum yang memanipulasi harga saham ini agar bisa mendapatkan keuntungan. Oknum ini akan membuat opini Investor Ritel agar bisa membeli saham Tersebut dan saat harga saham Tersebut naik oknum Tersebut akan melakukan profit taking.

Hal ini merupakan risiko yang sangat besar untuk investor ritel, apalagi investor pemula. Karena 1 orang tersebut berhasil mendapatkan harga tertinggi dan memutuskan untuk menjual harga tersebut maka harga saham mungkin akan turun dan bahkan bisa membuat merugi. Beberapa ciri yang menunjukkan jika saham yang Anda incar adalah saham yang diprediksi adalah sebagai berikut.

Kapitalisasi pasar kecil

biasanya saham gorengan adalah sama lapisan kedua atau ketiga yang luar dari saham blue chip. Artinya, kapitalisasi saham ini rendah dan membuat oknum jahat bisa lebih mudah untuk mengedalikan harga pasar. Namun tidak semua saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang kecil merupakan saham gorengan.

Volume Harian Tidak Wajar

Investor dapat melakukan analisis terhadap volume transaksi dari saham. Ada kala dimana volume perdagangan saham tiba-tiba naik. Investor harus memiliki histori dari volume transaksi sebelumnya atau bisa menunggu sampai volume tersebut kembali ke pola yang teratur untuk memastikan jika melihat ini bukan saham gorengan.

Volatilitas harganya tidak beraturan

Bukan Hanya Volume Tetap, Investor Juga Harus Menganalisa Pergerakan Harga Saham Atau Melihat Volatilitasnya. Saham yang digoreng bisa mengalami harga secara tiba-tiba tapi juga bisa turun secara tiba-tiba. Misalnya, saham abcd yang bergerak naik ke harga Rp1.000 yang tadinya ada di level Rp500. Namun, harga dari saham ini bisa tiba-tiba turun langsung ke Rp500.

Masuk ke dalam daftar aktivitas pasar yang tidak biasa

Saham yang mengalami pergerakan ekstrim selama lebih dari 2 hari akan dilakukan pengawasan oleh badan Bursa Efek Indonesia. Saham-saham ini biasanya akan ditindaklanjuti oleh Bursa Efek Indonesia. Investor juga harus mengecek daftar perusahaan yang masuk ke dalam aktivitas pasar yang tidak biasa.

Daftar ini bisa menjadi acuan untuk menghindari beberapa perusahaan yang bermasalah. Agar tidak ada peningkatan atau penurunan harga yang terlalu signifikan, Bursa Efek Indonesia memiliki kebijakan penolakan otomatis dengan batas atas dan batas bawah. Itulah mengapa ada istilah auto reject atas dan auto reject bawah.

BACA JUGA:   Komisi IBKR Biaya bulanan untuk perdagangan saham dan forex

Penolakan otomatis merupakan aturan yang membahas untuk mengeai kenaikan maksimum dan penurunan minimum dari harga saham dalam waktu 1 hari agar transaksi dapat berjalan dengan lancar. Sistem ini akan langsung menolak penawaran penjualan atau pembelian saham yang harganya melebihi batas harga yang sudah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia dan OJK.

Kebijakan auto reject asimetris yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia sesuai dengan Arahan OJK pada masa pandemi ini yang dimulai sejak tanggal 13 Maret 2020. Aturan ini membuat harga saham pada kisaran Rp50 sampai Rp200 bisa dikenakan auto reject, jika kenaikan penaikan sebesarurun at % sebesarurun 75% dalam waktu 1 hari.

Saham dengan harga Rp200 sampai Rp5.000 bisa dikenakan auto reject jika mengalami kenaikan harga sebesar 25% atau penurunan sebesar 7%. Harga Saham Yang Di Atas Rp5.000 Bisa Dikenakan Auto Rejection Jika Terjadi Kenaikan Harga Sebesar 20% atau Penurunan Sebesar 7%.

Sebelumnya ada kebijakan penolakan otomatis simetris yang merupakan besaran yang sama pada setiap fraksi harga pada batas atas dan batas bawahnya. Harga saham yang ada pada rentang Rp50 sampai Rp200 akan memiliki batas atas dan batas bawah sebesar 35%, harga Rp200 sampai Rp5000 memiliki batas atas dan batas bawah 25%, dan rentang harga di atas Rp5.000 memiliki batas atas dan batas bawah sebesar 20% .

4. Saham Perusahaan Sering Terkena Penolakan otomatis

Ada beberapa perusahaan yang sering mengalami auto reject pada sahamnya. Hal ini tentunya menunjukkan jika saham ini memiliki masalah yang tidak wajar pada transaksi sahamnya dari Bursa Efek Indonesia. Lebih baik untuk menghindari saham-saham seperti ini karena memiliki risiko yang cukup besar dan malah akan merugikan Anda.

5. Perusahaan Mengalami Masalah Berkepanjangan

Perusahaan yang mengalami masalah yang berkepanjangan bisa mengalami suspensi pada sahamnya. Contohnya seperti perusahaan yang terus-menerus terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kegiatan atau adanya kegiatan penggelapan dana perusahaan sehingga kegiatan operasional dari perusahaan tersebut tidak dapat berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Masalah ini tentunya akan membuat transaksi di Bursa Efek menjadi tidak wajar sehingga harus ditunda.

6. Ada Kebijakan Perusahaan yang Tidak Diungkapkan ke Publik

Perusahaan tentunya memiliki kebijakan-kebijakan mereka masing-masing, tetapi kebijakan tersebut harus diberitahukan kepada publik agar publik bisa mengetahui tujuan dan transparansi dari perusahaan bisa terjaga. Namun, terkadang perusahaan tidak mengungkapkan kebijakan-kebijakan yang mereka lakukan.

Contohnya, seperti rumor jika perusahaan tersebut akan melakukan fusi atau akuisisi sehingga muncul pergerakan harga saham yang tidak wajar. Tujuan yang tidak jelas ini membuat saham dari perusahaan ini harus ditangguhkan karena tidak wajar.

7. Perusahaan Terlambat Menyampaikan Kewajibannya kepada Bursa Efek Indonesia

Setiap perusahaan memiliki kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada Bursa Efek Indonesia saat mereka melakukan perdagangan di sana. Namun, ada beberapa perusahaan yang melewati batas waktu pengumpulan tersebut, seperti laporan keuangan atau pembayaran denda keterlambatan.

BACA JUGA:   12 Aplikasi Saham Terbaik OJK yang Aman dan Terpercaya

Hal ini menunjukkan jika suspensi yang diberikan oleh Bursa Efek Indonesia tidak selalu terjadi karena pergerakan harga saham yang tidak wajar, tetapi juga bisa karena ketidakpatuhan perusahaan terhadap aturan-aturan yang sudah diberikan.

Berapa Lama Suspensi Saham yang Dimiliki?

Perusahaan maupun investor yang berada di dalamnya tidak bisa mengetahui kapan suspensi saham akan berakhir. Bursa Efek Indonesia memiliki kendali sepenuhnya terhadap suspensi waktu saham. Penerapan ini juga akan disesuaikan dengan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan. Namun, tidak ada jangka waktu yang pasti untuk membuka suspensi ini.

Perusahaan bisa mendapatkan suspensi waktu yang lebih cepat apabila mereka membuka informasi secara lebih cepat. Suspensi hanya bisa dilakukan dalam waktu harian saja tapi ada juga perusahaan yang mendapatkan suspensi sampai 1 tahun. Penangguhan ini dilakukan agar perdagangan saham dilakukan secara teratur dan wajar di Bursa Efek Indonesia.

Sanksi Terkait Saham Suspend

paling tidak, ada 5 sanksi yang bisa diberikan oleh Bursa Efek Indonesia terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan sampai mereka terkena suspensi saham, sanksi tersebut adalah sebagai berikut.

  • Teguran tertulis
  • peringatan tertulis
  • Denda Maksimal 500 Juta Rupiah
  • Larangan sementara untuk melakukan aktivitas perdagangan di bursa atau suspensi
  • Penghapusan keanggotaan bursa

Suspensi saham ini sesuatu yang harus dikuatkan oleh investor karena kamu bisa mengecek portofolio suatu perusahaan sebelum. Kamu bisa menemukan saham-saham perusahaan yang mengalami suspensi atau pemberhentian suspensi sampai perusahaan yang terkena aktivitas pasar yang tidak biasa di situs resmi BEI. Kamu bisa mengeceknya pada https://www.idx.co.id/berita/suspensi/.

Itulah beberapa informasi yang dapat kami berikan terkait dengan saham suspend. Setelah kamu mengetahui penjelasan dari istilah saham suspend, kamu mungkin lebih lega karena kamu sudah mempelajari hal ini terlebih dahulu sebelum akhirnya masuk ke dalam dunia investasi yang sangat rumit.

Selain Saham Suspend, Kamu Juga Bisa Menemukan Berbagai Istilah Baru, Seperti Saham Gorengan dan Aktivitas Pasar yang Tidak Biasa. Istilah-istilah ini juga cukup penting dalam dunia investasi karena kamu harus menghindari saham semacam ini.

Teruslah Bersikap Skeptis Terhadap Saham-Saham Yang Tiba-Tiba Mengalami Kenaikan Yang Sangat Tajam Karena Biasanya Saham-Saham Tersebut Memiliki Masalah Yang Nantinya Bisa Merugikan Kamu Sebagai Investor. Semoga informasi di atas dapat membantu kamu untuk menemukan saham yang dapat memberikan keuntungan dan kerugian kerugian.